Seni Calung Menyampaikan Nilai-Nilai Empat Pilar

Seni Calung Menyampaikan Nilai-Nilai Empat Pilar

Seni Calung Menyampaikan Nilai-Nilai Empat Pilar

Seni Calung Menyampaikan Nilai-Nilai Empat Pilar – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) bersama Perempuan Bangsa menampilkan pagelaran seni budaya Kabupaten Cianjur untuk menyampaikan pesan-pesan Empat Pilar MPR (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika).

Dalam pagelaran seni budaya Kabupaten Cianjur, di Wisma Kemenaker, Ciloto, Puncak, Jumat (13/11), itu ditampilkan Calung yang menyisipkan nilai-nilai Empat Pilar MPR.

Pagelaran seni budaya deposit idn poker 10rb Kabupaten Cianjur ini menampilkan tari jaipong dan Calung. Seni Calung yang ditampilkan cukup menarik perhatian penonton yang terdiri dari ibu-ibu Perempuan Bangsa. Tiga pemain Calung mampu membuat para penonton tertawa. Diantara canda pemain Calung, disisipkan pesan-pesan Empat Pilar MPR. “NKRI harga mati,” ujar seorang pemain Calung.

Sebelumnya, ketika membuka pagelaran seni budaya Kabupaten Cianjur dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR ini, Neng Eem Marhamah mengatakan pagelaran seni budaya ini menerapkan pelaksanaan protokol Covid-19 yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Sedangkan para peserta adalah perwakilan Perempuan Bangsa dari 32 kecamatan di Kabupaten Cianjur, setiap kecamatan diwakili tiga orang.

“Ibu-ibu Perempuan Bangsa tidak hanya sekadar sebagai seorang ibu yang mengurus anak, suami, dan keluarga, tetapi juga tokoh di kecamatan masing-masing, bahkan mempunyai majelis taklim. Karena itu sudah tepat bila ibu-ibu mengikuti pagelaran seni budaya ini. Pendidikan pertama ada di tangan ibu-ibu. Karena itu membumikan nilai-nilai Empat Pilar MPR sangat efektif bila disampaikan ibu-ibu dengan caranya sendiri, dengan kasih sayang ibu, dan dengan budaya yang memang sudah ada di lingkungan kita,” paparnya.

Sosialisasi Empat Pilar

“Dengan mencintai NKRI, ibu-ibu paling tepat untuk menanamkan kepada generasi selanjutnya, terutama keluarga, kemudian jamaah. Bhinneka Tunggal Ika dan UUD NRI Tahun 1945, juga penting diketahui ibu-ibu, penting disampaikan kepada keluarga,” sambung Neng Eem Marhamah.

Neng Eem Marhamah menjelaskan kesenian Calung adalah kesenian dari tanah Sunda yang berbeda dengan angklung. Dalam Calung disertai alur cerita. “Dengan cerita itu akan disampaikan pesan-pesan kebangsaan,” tuturnya.

Neng Eem Marhamah mengatakan dengan seni budaya kita menjadi bahagia karena seni budaya itu menyenangkan. Maka penyampaian nilai-nilai Empat Pilar MPR pun harus dilakukan dengan cara yang bahagia.

“Dengan seni itulah kita bahagia. Kita menjadi gembira. Karena itu penyampaian nilai-nilai kebangsaan, Empat Pilar MPR, juga harus dengan cara yang bahagia, cara welas asih, dan santun. Itulah kenapa dilakukan pagelaran seni budaya dalam rangka sosialisasi Empat Pilar MPR ini,” katanya.