Sebut Influencer Corona Tak Dibayar

Sebut Influencer Corona Tak Dibayar

Stafsus Milenial Jokowi Sebut Influencer Corona Tak Dibayar

Stafsus Milenial Jokowi Sebut Influencer Corona Tak Dibayar – Staf Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) Adamas Belva Syah Devara mengklaim bahwa puluhan influencer yang diundang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona tak dibayar dalam rangka melakukan sosialisasi penanganan wabah Virus Corona (Covid-19).

Dia menyatakan para influencer itu berstatus sebagai relawan dalam melakukan tugas tersebut. “Makanya diedukasi dulu sehingga followers-nya jadi tahu, jadi mengerti, karena mereka punya target segmen yang berbeda-beda,” kata dia.

Diketahui bahwa Daftar Tembak Ikan Joker, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona mengumpulkan 20 influencer untuk membahas soal penanganan virus corona pada Jumat lalu.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona hari ini diberitakan bakal mengumpulkan 20 influencer untuk membahas soal penanganan virus corona Covid-19.

Sontak, rencana satuan tugas bentukan Presiden Joko Widodo itu menimbulkan pro dan kontra khususnya di media sosial. Alhasil, kata ‘Influencer’ merangsek masuk ke topik terpopuler di Twitter.

Sejumlah warganet mempertanyakan rencana satgas yang dipimpin Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo itu. Mereka menilai pemerintah akan sia-sia dengan orang-orang yang punya pengaruh di media sosial itu dan abai dengan para petugas medis yang lebih kompeten menangani Covid-19.

Rencana satuan tugas bentukan Presiden Joko Widodo

“Kasian para tenaga medis yang sekolah bertahun-tahun, ilmunya serasa gak berguna karena yang dipanggil untuk penanganan corona ini malah para influencer yang enggak punya basic tentang kedokteran atau perawat atau apoteker,” cuit akun @cinnamongirldr.

Selain itu, Belva meminta agar generasi milenial Indonesia bisa berperan meminimalisasi penyebaran virus corona dengan cara melakukan social distancing. Ia menilai saat ini masih banyak anak muda yang ‘ngeyel’ dan tak mempercayai mengenai penyebaran virus tersebut.

“Setop dulu hang out, setop dulu sosialisasi tak penting, di rumah saja dulu. Karena generasi milenial ini generasi penular terbesar,” kata Belva.

Tak hanya itu, Belva turut meminta agar generasi milenial untuk memerangi berita bohong atau hoaks ditengah penyebaran Virus Corona. Ia meminta agar masyarakat, terutama generasi milenial tak menyebarkan kabar hoaks di media sosial.

“Kalau ada info yang baik sebarkan. Kalau ada info yang enggak terpercaya setop di Anda. Kalau info enggak jelas, setop share di grup,” kata dia

“Kemarin influencer udah masuk ke BNPB dan ini banyak yang enggak tahu bahwa itu gratis ya. Jadi mereka itu relawan, tak dibayar,” kata Belva saat melakukan konferensi pers melalui kanal Youtube milik BNPB, Senin.

Para influencer itu, lanjutnya, diberikan edukasi terlebih dulu terkait sosialisasi Virus Corona di BNPB. Hal itu bertujuan agar mereka tak menyebarkan berita bohong atau hoaks kepada para pengikutnya di sosial media atau followers saat melakukan sosialisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *