Rapper muda indonesia yang tembus industri amerika

Rapper muda indonesia yang tembus industri amerika

Rapper muda indonesia yang tembus industri amerika

Rapper muda indonesia yang tembus industri amerika,-  Siapa sangka, musisi Indonesia dapat tembus industri musik Amerika Serikat yang dikenal sangat ketat akan persaingannya. Dia lah Rich Brian, yang kini kian menjadi sorotan, sejak kehadirannya di Istana Presiden RI beberapa waktu lalu.

Publik penasaran bagaimana sosok rapper muda ini, mampu menembus industri musik Amerika yang dikenal dengan dominasi para rapper kulit hitam? Ternyata ada sosok dingin Sean Miyashiro dibalik kesuksesan Rich.

Jika menyebut nama Sean Miyashiro, bisa jadi ini kali pertama Anda mendengar namanya. Siapakah dia? Sean Miyashiro, seorang pemimpin millenial dari Amerika Serikat inilah yang bertanggung jawab akan kesuksesan karir rapper asal Indonesia, Rich Brian, dan musikus Korea Selatan serta China.

Kerja keras Sean, membuatnya berhasil menggebrak pakem yang berlaku di industri musik. Pasalnya, cukup sulit untuk para musisi Asia menembus pasar Amerika, bahkan dikenal dunia. Namun, lewat Rich Brian, Joji, dan banyak lagi artis di bawah naungan label 88Rising, hal tersebut menjadi tak terbantahkan.

Perusahaannya, 88 rising inc. memiliki tiga kantor di Manhattan, New York; Los Angeles, California; dan Shanghai, China. Perusahaan tersebut terdiri dari Miyashiro sebagai pendiri, dan 24 orang karyawan yang bertugas mengatur artis-artis mereka.

Dan salah satu bintang 88rising paling populer adalah Brian Imanuel, seorang pemuda berusia 19 tahun, yang memiliki nama panggung Rich Brian (sebelumnya Rich Chigga).

Popularitas Rich Brian tembus industri musik Amerika, dimulai berkat video hits pada tahun 2016 lalu berjudul ‘Dat $tick’. Brian dengan cerdik mencampurkan budaya rap Amerika dan ‘stereotip’ kutu buku Asia. Video tersebut telah dilihat lebih dari 77 juta kali di YouTube.

Tak mengherankan kesuksesan Brian membawa 88Rising yang didirikan Sean pada tahun 2015 itu, sukses menyedot perhatian penikmat musik dari seluruh dunia. Apalagi, YouTube kini lebih mempermudah para musisi dalam mendistribusikan musik.

Dikabarkan, perusahaan naungan Sean Miyashiro itu, kini memiliki valuasi senilai $ 20 juta dollar AS atau setara Rp 282 miliar. Angka cukup fantastis untuk ukuran startup yang belum genap berusia lima tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *