Pengamatan Hujan Besi di Eksoplanet Berwajah Dua, Ini Penyebabnya

Pengamatan Hujan Besi di Eksoplanet Berwajah Dua, Ini Penyebabnya

Pengamatan Hujan Besi di Eksoplanet Berwajah Dua, Ini Penyebabnya

Pengamatan Hujan Besi di Eksoplanet Berwajah Dua, Ini Penyebabnya,- Pengamatan hujan besi di eksoplanet dilakukan oleh sekelompok ilmuwan dan telah dilaporkan dalam jurnal Nature. Fenomena ini tentu saja tak biasa dan bahkan cenderung aneh.

Bagaimana tidak, selama ini kita tahu bahwa hujan umumnya berupa air. Hal ini seakan mengungkap sebuah cerita baru bahwasanya hujan di planet lain tak seperti hujan di Bumi.

Bagi anda yang semakin penasaran dengan fenomena yang satu ini, ada baiknya anda simak ulasan yang kami bagikan berikut.

Pengamatan Hujan Besi di Eksoplanet

Fenomena hujan logam besi di planet yang ada di luar sistem Tata Surya atau yang dikenal dengan eksoplanet memang menarik untuk dipelajari.

Pengamatan sendiri dilakukan oleh David Ehrenreich beserta tim. Ehrenreich adalah profesor di University of Geneva di Swiss sekaligus pemimpin penelitian ini.

Dalam melakukan pengamatan, tentu saja tak sembarang alat bisa digunakan. Peralatan pengamatan yang dipakai benar-benar canggih dan mumpuni.

Adapun sarana pengamatan hujan besi di eksoplanet tersebut yaitu Very Large Telescope (VLT) milik ESO (Organisasi Eropa untuk Penelitian Astronomi).

Dari pengamatan yang dilakukan, diketahui bahwa hujan di eksoplanet ini terjadi saat malam hari. Hal ini sebagaimana yang dikutip dari Science Daily, pada Kamis 12 Maret 2020.

Dikarenakan tak biasa, ilmuwan lantas menelitinya secara mendalam untuk mengungkap apa penyebabnya. Hasilnya, benar-benar mengejutkan.

Eksoplanet ini mempunyai lingkungan yang bisa dibilang unik. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan satu sisi planetnya menghadap ke bintang, sedangkan sisi lainnya ada di kegelapan.

Dengan posisi wajah tersebut, tak heran jika planet ini juga memiliki dua sifat. Berdasar pengamatan hujan besi di eksoplanet, ketika di siang hari suhunya mencapai 2.400 derajat Celcius.

Suhu yang begitu luar biasa tersebut diyakini kuat bisa menguapkan logam yang ada di atmosfer. Bukan tanpa alasan, hal tersebut didukung dengan adanya penemuan terminator sebagai pemisah kedua wajah eksoplanet.

Berbeda dengan kondisi saat siang hari, suhu di malam hari pada sisi wajah lainnya begitu dingin. Karena pengaruh angin kencang dan rotasi planet, uap logam besi tersebut terbawa ke sisi tersebut.

Suhu yang lebih dingin ini membuat zat besi mengalami proses pengembunan di awan hingga pada akhirnya jatuh menjadi tetesan hujan.

Peristiwa inilah yang kemudian disebut sebagai fenomena hujan besi di eksoplanet. Dari pengamatan hujan besi di eksoplanet tersebut, lantas planet mana yang dimaksud? Temukan jawabannya pada ulasan selanjutnya.

Mengenal Eksoplanet WASP-76b

Perlu untuk anda ketahui bahwa bukan hanya fenomena hujan besi saja yang mencuri perhatian publik, akan tetapi juga eksoplanetnya.

Tak sedikit yang bertanya-tanya, dimana fenomena hujan besi tersebut terjadi? Untuk diketahui, fenomena tak biasa ini terjadi di eksoplanet yang bernama WASP-76b.

WASP-76b termasuk planet luar Tata Surya yang ekstrem sekaligus eksotis. Planet ini ada di konstelasi Pisces dengan jarak 390 tahun cahaya. Sebagai planet, WASP-76b bergerak mengelilingi bintangnya yang dikenal dengan WASP-76.

Sebagaimana yang dijelaskan diatas, pengamatan hujan besi ini dilakukan dengan bantuan VLT ESO. Teknologi yang satu ini telah dibekali dengan instrumen ESPRESSO baru.

Dengan instrumen tersebut, pengamatan ini dilakukan di Gurun Atacama Chili. Sebenarnya pengamatan ini telah dilakukan pada September 2018 dengan ESPRESSO.

Selain hasil pengamatan tentang hujan besi yang mengejutkan, ternyata ada fakta baru lagi yang terungkap. Dimana fakta ini berkaitan dengan ESPRESSO.

Mulanya, tujuan ESPRESSO dirancang bukan untuk pengamatan hujan besi di eksoplanet, melainkan pencarian planet mirip Bumi yang ada di sekitar bintang.

Namun ternyata kinerja instrumen ini jauh lebih mumpuni. Instrumen ini mampu mendeteksi fenomena aneh di ekstrasurya WASP-76b ini.

Setelah diteliti lebih mendalam, diketahui bahwa kekuatan pengumpulan VLT yang mempengaruhinya. Tak hanya itu, hal tersebut juga dilatarbelakangi oleh stabilitas ekstrem ESPRESSO yang luar biasa.

Hal ini sesuai dengan apa yang diungkap oleh Pedro Figueira selaku ilmuwan instrumen ESPRESSO milik ESO yang ada di Chili.

Tak bisa dipungkiri bahwa pengamatan hujan besi di eksoplanet ini memang menarik untuk diketahui dan dipelajari. Untuk mengungkap sekaligus mengumpulkan informasi terbaru, ilmuwan masih terus menelitinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *