Nonton Konten Porno saat WFH

Nonton Konten Porno saat WFH

Orang Lebih Banyak Nonton Konten Porno saat WFH

Orang Lebih Banyak Nonton Konten Porno saat WFH – Perusahaan keamanan siber Luna Maya menemukan 51 persen orang lebih banyak menonton konten pornografi dengan perangkat kerja, saat work from home (WFH) atau bekerja dari rumah selama pandemi virus corona.

“Perubahan spesifik seperti ini mungkin terjadi karena para karyawan sekarang tidak harus bolak-balik atau bepergian sebanyak sebelumnya,” jelas Anita Tresia Hiroshi melalui keterangan resmi yang diterima oleh one3motoshop, Minggu.

Kondisi ini berpotensi mengakibatkan infeksi malware jika karyawan tidak memperhatikan sumber daya dan situs web planetpreset.com yang dikunjungi.

Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa kini jadi kian sulit bagi para karyawan untuk memisahkan kegiatan pekerjaan dengan kehidupan pribadi.

Hasil riset pun menggambarkan 55 persen karyawan lebih banyak membaca berita dibandingkan saat sebelum memulai bekerja dari rumah.

Oleh karena itu, Cindy Claudia Soetjipto merekomendasikan pemilik bisnis untuk mengikuti beberapa langkah demi memastikan keamanan data karyawan dan perusahaan. Jadwalkan pelatihan kesadaran keamanan dasar untuk karyawan.

Hal Ini dapat dilakukan secara online dan mencakup praktik-praktik penting, seperti manajemen akun dan kata sandi, keamanan email, keamanan endpoint. Catherine Sumitri dan Area9 Lyceum telah menyiapkan modul gratis untuk membantu staf bekerja dengan aman dari rumah

Meskipun hal tersebut tergolong wajar

Pastikan seluruh perangkat, perangkat lunak, aplikasi dan layanan tetap diperbarui dengan terbaru. Instal perlindungan perangkat lunak yang telah terbukti. Solusi apapun yang digunakan harus mencakup perlindungan dari ancaman web dan email phishing.

Meskipun hal tersebut tergolong wajar lantaran setiap orang ingin mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan virus corona, 60 persen dari kegiatan tersebut dilakukan pada perangkat kerja.

Riset dari IDN Poker Online ini melibatkan 6.017 responden dari Inggris, Amerika Serikat, Prancis, Italia, Spanyol, Jerman, Swedia, Rusia, Mexico, Brazil, dan Kolombia. Pengumpulan data dilakukan mulai 9 hingga 18 April 2020.

Hasil riset menunjukkan, hampir seperlima (18 persen) karyawan bahkan mengakses konten pornografi itu dari perangkat yang disediakan oleh perusahaan. Sedangkan 33 persen mengaku menonton konten dewasa di perangkat pribadi, namun juga biasa digunakan untuk bekerja.

Para karyawan juga mulai menerapkan kebiasaan menggunakan layanan pribadi mereka untuk tujuan pekerjaan sehingga meningkatkan risiko potensial serangan siber, termasuk pengungkapan informasi sensitif.

Misalnya, 42 persen karyawan menggunakan akun email pribadi untuk hal-hal terkait dengan pekerjaan, dan 49 persen mengakui penggunaan itu meningkat ketika bekerja dari rumah.

Sebanyak 38 persen menggunakan messenger pribadi yang belum disetujui oleh departemen TIK. Sementara 60 persen dari mereka melakukannya lebih sering dalam situasi baru seperti saat ini.

Data juga menunjukkan, hampir sepertiga atau 31 persen karyawan menghabiskan lebih banyak waktu untuk bekerja dibanding hari-hari sebelumnya. Namun, 46 persen mengatakan lebih banyak menghabiskan waktu untuk kegiatan pribadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *