Mobil Pendeteksi Corona dari Basis

Mobil Pendeteksi Corona dari Basis

Mobil Pendeteksi Corona dari Basis Hiace dan Sprinter

Mobil Pendeteksi Corona dari Basis Hiace dan Sprinter – Perusahaan karoseri Inti Dharma tengah mengerjakan proyek produksi massal kendaraan untuk membantu tenaga media mendeteksi virus corona (Covid-19). Ada 500 unit kendaraan yang sedang dikerjakan.

Perusahaan mengandalkan Toyota Hiace, dan Mercedes-Benz Sprinter yang dimodifikasi bagian interiornya. “Jadi ada 500 unit kami produksi yang mungkin akan selesai dalam satu dua bulan ke depan,” kata Direktur Inti Dharma Santoso Halim kepada IDN Poker Online melalui sambungan telepon, Rabu.

Inti Dharma memodifikasi bagian interior Van tersebut dengan perangkat laboratorium. Tahap awal ini dua unit sudah sudah disalurkan melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 ke Kota Surabaya, Jawa Timur.

Mobil itu memiliki alat PCR teknologi baru dari Korea Selatan dengan crystal mix. Disebutkan PCR pada umumnya menggunakan liquid reagen, namun kali ini memakai reagen padat sehingga mudah dibawa.

“Saya tidak bisa ekspos (siapa saja pemesannya), tapi salah satu dari BNPB,” ucap Santoso. Ambulans pengangkut pasien positif virus corona potensi menjadi media penularan virus corona antara pasien ke tenaga medis, atau bahkan menjangkiti sopirnya. Butuh prosedur yang tepat untuk menghindari penularan.

Dokter Hariyadi Wibowo, ketua IKAMARS Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) sekaligus pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengatakan kekhawatiran terjadi penularan tetap ada.

Karena itu dibutuhkan pembersihan dengan benar yang dilakukan secara rutin agar interior mobil terbebas dari virus corona. Kata Hariyadi kandungan disinfektan mengandung senyawa kimia berdosis tinggi dan ampuh membunuh virus, termasuk penyebab penyakit Covid-19.

“Ini disinfektannya beda, saya lupa teknis di dalamnya. Jadi mobil [bagian dalam dan luar] itu tinggal disemprot” kata Hariyadi dihubungi lewat telepon, Selasa. Ia mengatakan setiap rumah sakit dan klinik punya standar penyemprotan disinfektan sebelum dan sesudah ambulans digunakan.

Ambulans ini jadi kalau dipakai lima kali

“Ambulans ini jadi kalau dipakai lima kali ya dibersihin 10 kali. Makanya di RS atau klinik tentu harus punya alokasi anggaran buat cairan ini. Cairan ini juga sangat tajam sifatnya,” katanya.

Sekali penyemprotan hingga akhirnya dinyatakan bebas virus memakan waktu sekitar 30 menit. Penyemprotan ini dilakukan menyeluruh dari luar hingga ke dalam kabin mobil.

Menurutnya, cara yang benar yaitu setiap ambulans rutin dibersihkan menggunakan disinfektan. Cairan yang digunakan ini berbeda dari disinfektan pada umumnya.

“Jadi modifikasi antara Hiace dan Sprinter fungsional sama, tapi (Sprinter) satu kelas di atasnya. Yang bikin beda dari sisi kelengkapan di dalam laboratorium mobil itu,” ucap dia.

Untuk satu unit mobil laboratorium menggunakan Hiace dijual mulai Rp5 miliar, sementara Sprinter Rp8 miliar- Rp9 miliar. Harga bisa semakin mahal tergantung kelengkapan peralatan medis di dalamnya.

“Jadi dari 500 unit itu 10 persen memesan Sprinter. Tapi intinya kami memastikan kami bukan jual mobilnya, tapi sistem dan solusi di dalam mobilnya (untuk penanganan corona),” tutur Santoso.

Teknologi pada laboratorium mobil juga diklaim mempermudah dan mempercepat pengetesan virus corona pada seseorang. Kata Santoso pengetesan untuk menentukan seseorang positif atau negatif corona dalam waktu 39 menit.

Di samping itu terdapat fitur negatif pressure yang sudah dilengkapi sistem double High Efficiency Particulate Air (HEPA) untuk menjaga kualitas udara dalam ruangan.

Menurut Santoso, ratusan kendaraan itu telah dipesan sejumlah instansi di antaranya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membantu meredam pandemi Covid-19 di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *