Lebih dari 40 Persen Mobil Gamer Pakai Bot

Lebih dari 40 Persen Mobil Gamer Pakai Bot

Mobile Gamer Pakai Bot

MobileMobile game adalah suatau yang kini sedang populer. Bahkan sudah di prediksi lebih dari 25 persen penduduk dunia akan jadi mobile ganer aktif pada 2021.

Mereka akan mengeluarkan lebih dari USD 180 miliar atau sekitar 2.811 triliun untuk gim mobile.

Namun sayangnya, menurut survei dari Adjust yang dimuat Tekno Liputan6.com, pertumbuhan ini juga disertai dengan bertambahnya penipuan bot dalam aplikasi.

Baca juga : BTS Tampilkan 8 Konser

Pemain curang menggunakan bot, mesin yang menjalankan tugas repetitif di aplikasi atau situs web untuk otomatisasi gameplay, hingga membuat mereka unggul cs live22 dari pemain asli dengan cara yang curang.

Secara mengejutkan, Adjust, menemukan ada 41 persen dari mobile gamer pernah membeli bot agar dapat menang dan rata-rata mengeluarkan USD 65 atau Rp 1 jutaan.

Penelitian tersebut mengkaji profil para gamerdi Amerika Serikat serta dampak bot terhadap komunitas gim dan perekonomian. Berikut ini hasil surveinya.

Hasil Survey

  • 31 persen responden mengatakan bahwa mereka selalu bermain melawan bot.
  • 63 persen mengatakan bahwa bot berdampak negatif terhadap game, komunitas, dan perekonomian. Hampir tiga perempat (74 persen) dari responden yang mengatakan hal ini berasal dari Generasi Y dan 61 persen di antaranya bermain game setiap hari.
  • 12 persen responden Generasi Z mengeluarkan $201+ untuk bot, jumlah terbesar di antara semua kohort generasi.

e-Marketer melaporkan bahwa mayoritas gamer seluler di Amerika Serikat adalah wanita; akan tetapi, hampir tiga perempat (72 persen) dari responden survei Adjust yang pernah menggunakan bot adalah pria dan hanya 28 persen adalah wanita.

Hampir setengah (48 persen) dari responden survei Adjust, yang menggunakan bot, adalah pria dan 30 persen adalah wanita. Berdasarkan generasi, setengah dari pengguna bot game yang disurvei berasal dari Generasi Y atau Generasi X.72 persen responden yang pernah membeli bot adalah pria.

Pendapat Gamer

Selain itu, ini jawaban mereka saat ditanya tentang pernyataan terkait bot yang berlaku bagi mereka:

  • 39 persen responden mengatakan bahwa bot merusak game untuk pemain lainnya.
  • 37 persen responden mengatakan bahwa penggunaan bot merupakan kecurangan.
  • 27 persen responden mengatakan bahwa pemain seharusnya berhak menggunakan bot dan 28% responden mengatakan bahwa mereka kemungkinan akan menggunakan bot jika pemain lainnya juga melakukan hal serupa.

Sebagai informasi, survei ini dilakukan oleh Censuswide atas nama Adjust dan melibatkan lebih dari 500 gamer di Amerika Serikat pada tanggal 21-24 Februari 2020.

Sumber : merdeka.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *