Kualitas Program Siaran Televisi Meningkat Signifikan Berdasarkan Riset

45 - Kualitas Program Siaran Televisi Meningkat Signifikan Berdasarkan Riset

Kualitas Program Siaran Televisi Meningkat Signifikan Berdasarkan Riset

Kualitas Program Siaran Televisi Meningkat Signifikan Berdasarkan Riset – Jenis program televisi dapat dibedakan berdasarkan bentuk jadi (format) teknis atau berdasarkan isi. Bentukjadi teknis merupakan bentuk jadi umum yang menjadi acuan terhadap bentuk program televisi seperti gelar wicara (talk show), dokumenter, film, kuis, musik, instruksional, dll.

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) bersama 12 perguruan tinggi negeri menuntaskan kegiatan Riset Indeks Kualitas Program Siaran Televisi untuk tahun 2020. Penelitian kali ini dilakukan dengan mengevaluasi 477 sampel program siaran di 15 stasiun TV nasional.

Komisioner KPI Pusat sekaligus penanggung jawab riset, Yuliandre Darwis, berharap hasil riset tersebut dapat menjadi landasan dan tolok ukur lahirnya program deposit sbobet asia siaran televisi yang berkualitas.

1. Nilai indeks kualitas kategori program televisi mengalami kenaikan
yuliandre darwis 03cf4818f895aaee988373a8f7021a8c - Kualitas Program Siaran Televisi Meningkat Signifikan Berdasarkan Riset

Lebih lanjut Andre menjelaskan, hasil riset indeks kualitas program siaran televisi periode pertama tahun 2020 meningkat signifikan dibanding hasil riset sebelumnya. Menurutnya, angka 3.14 menjadi indeks tertinggi dalam empat tahun pelaksanaan riset.

Namun begitu, ada tiga jenis program yang belum memenuhi kualitas, yaitu program sinetron (2.81), variety show (2.78), dan infotainment (2.68). Adapun program lainnya seperti wisata dan budaya, talk show berita, religi, berita, anak, dan talk show non berita telah melampaui standar kualitas KPI, yakni di atas 3.00.

Menurut Andre, untuk program sinetron masih perlu mendapat catatan penting terutama jika melihat dari aspek perlindungan anak-anak dan remaja. Sementara itu, untuk program infotainment aspek yang perlu mendapat perhatian adalah masih kurangnya penghormatan terhadap kehidupan pribadi.

“Di perlukan upaya yang lebih strategis dan sinergi dari berbagai pemangku kepentingan penyiaran untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas,” jelas Andre dalam keterangan hasil riset.

2. Penentuan sample program TV
riset padang 2 f8e1293a9d4f7a8fbc04cbf510942193 - Kualitas Program Siaran Televisi Meningkat Signifikan Berdasarkan Riset

Untuk di ketahui, populasi dari penelitian tersebut adalah semua program siaran dari 9 kategori program yang di tayangkan di 15 stasiun televisi nasional dengan rentang waktu pukul 04.00 – 24.00 selama 3 bulan dari Januari hingga Maret 2020.

Penarikan sampel tersebut di lakukan secara acak agar bisa merepresentasikan populasi. Riset tersebut juga menggunakan metode peer review yang menggunakan informan ahli (expert) sebagai responden. Dengan kata lain, data di kumpulkan dari pendapat ahli yang mengetahui suatu isu atau  persoalan.

Sementara itu, Andre menyebut bahwa hal yang menjadi nilai penentu seberapa tingginya kualitas program siaran TV ialah. Sesuai dengan standar yang di tetapkan KPI dalam UU No 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Pedoman Perilaku Penyiaran (P3), dan Standar Program Siaran (SPS).

“Penelitian ini tidak masuk dalam ranah estetis, atau menilai kualitas suatu program acara dari aspek teknis artistik,” jelas Andre.

3. Bekerja Sama dengan 12 perguruan tinggi negeri
workshop riset unesa surabya 1 072926b3597ef1fc0eba711a37004743 - Kualitas Program Siaran Televisi Meningkat Signifikan Berdasarkan Riset

Meskipun terbentur dengan situasi pandemik, kegiatan riset tetap bisa berjalan dengan baik. Dengan mengevaluasi 477 sampel program siaran di 15 stasiun TV. Riset di lakukan secara virtual bersama seluruh informan ahli dari 12 kota. KPI juga melibatkan para ahli penyiaran yang tersebar di 12 perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia.

Ketua KPI Agung Suprio menjelaskan, pemilihan universitas ini mempunyai tujuan agar bisa menghasilkan kualitas analisis yang dalam dari kalangan  akademisi. Menurutnya, KPI akan menjadikan riset ini sebagai bahan pembuatan kebijakan yang tepat sasaran.

Ia juga menyebut, peran riset sangatlah penting dalam membuat kebijakan. Ia berterima kasih kepada Komisi I DPR RI dan Kementerian Badan Perencanaan Nasional (Bappenas). Yang menjadikan riset penyiaran ini sebagai salah satu program prioritas nasional.

“Tanpa riset, para pengambil kebijakan berpotensi membuat kebijakan yang tidak tepat sasaran. Ibarat pemanah yang salah melihat sasaran, ketika busur di lesatkan maka mangsa sudah berlari. Tenaga, biaya, alat sudah terkuras namun pemanah tidak mendapatkan apa pun,” ujar Agung dalam keterangan resminya.