Kekeliruan yang Masih Kerap Dijumpai dalam Ilmu Biologi, Apa Saja Ya?

Kekeliruan yang Masih Kerap Dijumpai dalam Ilmu Biologi, Apa Saja Ya?

Kekeliruan yang Masih Kerap Dijumpai dalam Ilmu Biologi

Kekeliruan yang Masih Kerap Dijumpai dalam Ilmu Biologi – Dalam sains, ilmu biologi adalah cabang dari ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Kesalapahaman yang sangat sering terjadi bukan hanya dari cabang astronomi saja, melainkan juga biologi.

Baca juga : Fenomena Alam di Cano Cristales, Sungai yang Memiliki Lima Warna

Kira-kira apa saja ya kekeliruan yang sering dijumpai dalam ilmu biologi? Apakah hal-hal tersebut memang hanya mitos belaka? Yuk, dibaca sampai habis.

Predator Puncak Saling Bertarung

Kebanyakan orang awam akan menganggap bahwa sesama predator puncak akan selalu bertarung di alam liar. Singa bertarung dengan harimau, serigala bertarung dengan beruang, buaya bertarung dengan hiu, dan seterusnya.

Benarkah alam mengizinkan terjadi demikian? Faktanya, kejadian seperti itu sangat jarang terjadi di alam liar, bahkan hampir tidak pernah live22 register terjadi, seperti dicatat dalam Live Science. Para ahli satwa sepakat bahwa hewan liar dapat membedakan mana kawan, lawan, mangsa, dan sesama predator.

Jadi, pertemuan antara harimau dan singa secara alami, misalnya, hal ini sangat jarang terjadi. Habitat keduanya juga sangat berbeda. Jika mereka tidak sengaja bertemu, kemungkinan justru mereka akan saling menghindar.

Pun begitu juga dengan serigala dan beruang, yang sama-sama berbagi habitat di hutan. Beruang tidak akan menyerang kawanan serigala buas tanpa alasan, begitu juga sebaliknya. Jadi, predator akan selalu mengenali dengan baik lingkungan sekitarnya, dan tak akan menyerang predator lainnya tanpa alasan.

Bayi Penyu Hidup Disekitar Pantai

Penyu meletakkan telur-telurnya di pantai, dan setelah telur-telur itu menetas, bayi-bayi penyu akan segera menuju ke lautan lepas. Pada fase ini, bayi penyu sudah menghadapi ganasnya alam liar. Mereka akan berhadapan dengan predator seperti burung dan kepiting yang akan memangsa mereka.

Banyak orang yang menganggap bahwa bayi penyu akan hidup di sekitar pantai. Benarkah demikian? Faktanya, bayi penyu akan melakukan perjalanan jauh dari pantai tempat ia dilahirkan. Penyu akan bermigrasi sejauh belasan ribu kilometer, seperti ditulis dalam Oceana.

Itulah sebabnya hanya ada sebagian penyu saja yang dapat selamat di alam liar. Ada fase tertentu yang dinamakan ‘tahun yang hilang’, di mana bayi-bayi penyu akan menghilang di lautan dalam kurun waktu tertentu, dan muncul kembali di pantai, lalu kembali lagi ke lautan lepas.

Kebanyakan penyu akan mengikuti arus di perairan hangat. Namun, penelitian terbaru juga menyebutkan bahwa penyu dapat menentukan arah berdasarkan kekuatan medan magnet Bumi yang dapat mereka rasakan.

Mamalia Hanya Berkembang Biak dengan Cara Melahirkan

Apakah selama ini kamu mengira bahwa mamalia hanya identik dengan melahirkan? Jika kamu beranggapan demikian, maka kamu salah. Faktanya, ada spesies mamalia yang dapat berkembang biak dengan cara bertelur, yakni platipus, ekidna, dan steropodon.

Laman sains Earth menjelaskan bahwa spesies mamalia yang berkembang biak dengan cara bertelur disebut dengan monotremata. Hingga saat ini spesies monotremata memang sangat eksklusif dan sedikit.

Hanya ada satu jenis spesies platipus yang dapat bertahan di alam liar saat ini, dan hanya ada empat jenis spesies ekidna yang masih ada di alam liar. Sedangkan steropodon galmani telah punah puluhan juta tahun lalu.

Virus Dapat Berkembang Biak di Udara Bebas, Memangnya Ada?

Pernahkah kamu mendengar pernyataan bahwa virus dapat berkembang biak di udara bebas? Faktanya, virus bukanlah makhluk hidup, jadi ia tidak dapat melakukan apa pun di luar inang, termasuk berkembang biak.

National Geographic dalam lamannya menjelaskan bahwa virus hanya akan dapat berkembang biak di dalam inang, seperti tubuh manusia atau hewan. Hal ini dikarenakan struktur virus sangat berbeda dengan bakteri.

Virus akan ‘membajak’ dan mengambil alih organ tubuh yang terdapat dalam inangnya. Virus akan mengembangkan reseptor dan memasukkan materi genetiknya ke dalam sel inang, dan akhirnya menyebar dengan cepat ke sel-sel lainnya.

Itulah kekeliruan yang masih sering terjadi di dunia biologi, mulai dari virus hingga kehamilan. Semoga artikel kali ini dapat memperkaya pengetahuan kamu, ya!

Sumber : idntimes.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *