Jerman Terlambat Luncurkan Aplikasi Corona Tapi Bermanfaat

Jerman Terlambat Luncurkan Aplikasi Corona Tapi Bermanfaat

Jerman Terlambat Luncurkan Aplikasi Corona Tapi Bermanfaat

 

Jerman Terlambat Luncurkan Aplikasi Corona Tapi Bermanfaat – Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn pada hari selasa pagi secara resmi meluncurkan Corona-App yang bisa diunduh dari situs pemerintah atau di pusat-pusat aplikasi seperti Googleplay dan Appstore. Penggunaan aplikasi berbasis teknologi Bluetooth ini tidak wajib tetapi pemerintah berharap bahwa akan banyak warga yang bakal menggunakannya.

Aplikasi itu tadinya akan diluncurkan April lalu, namun muncul perdebatan luas tentang keamanan data pribadi pengguna telepon seluler. Terutama karena pemerintah bermaksud menggabungkan data-data yang dikumpulkan di satu pusat pengolahan data.

Aplikasi yang sekarang diluncurkan tidak menggunakan satu pusat pengolahan data. Data-data yang dikumpulkan tetap berada di setiap ponsel. Data kontak ponsel itu akan tersimpan untuk beberapa waktu, lalu kemudian dihapus.

Corona-App Jerman ini dimaksudkan untuk memudahkan pelacakan virus corona dan mata rantai infeksi baru ini, dengan tujuan meredam penyebaran virus. Corona-App memonitor dan mencatat secara otomatis kontak dekat seorang pengguna ponsel dengan orang-orang di sekitarnya setiap saat, dan akan memberi peringatan jika kemudian salah satu kontak diketahui terinfeksi Covid-19.

“Ada kemungkinan salah alarm”

Ketika memperkenalkan aplikasi itu di Berlin, Jens Spahn mengakui bahwa aplikasi tersebut mungkin saja memberi peringatan salah. “Kami tidak bisa menutup kemungkinan itu 100 persen”, katanya.

Corona-App Jerman dikembangkan oleh perusahaan software terkemuka SAP (System Application and Product) bersama dengan lembaga penelitian dan pengendalian pandemi, Robert Koch Institut (RKI).

Direktur SAP Jurgen Muller mengatakan, pelacakan kontak oleh aplikasi 80 persen benar, tetapi dalam 20 persen kasus ada kemungkinan kesalahan. Artinya, ada kontak berisiko yang tidak termonitor, atau sebaliknya kontak tanpa risiko yang dinyatakan berisiko.

“Langkah besar dalam perjuangan menghadapi pandemi”

Kepala Staf Kekanseliran Helge Braun mengatakan, ada banyak aplikasi pelacakan corona yang sudah diluncurkan, tapi aplikasi Corona-App Jerman menurut dia adalah “yang terbaik di dunia”, dalam hal privasi dan perlindungan data.

Dia berharap masyarakat ramai-ramai mengunduh dan menggunakan aplikasi itu. “Mengunduh dan menggunakannya adalah langkah kecil bagi masing-masing kita, tetapi sangat merupakan langkah besar dalam perjuangan melawan pandemi,” kata Helge Braun.

Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn menolak kritik bahwa peluncuran Corona-App itu terlalu terlambat. “Banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk itu, itulah sebabnya butuh beberapa hari lebih lama,” kata Jens Spahn.

Jerman mengikuti negara-negara Eropa lain seperti Italia, Polandia dan Swiss, yang telah meluncurkan aplikasi Corona berbasis teknologi Bluetooth. Tapi sebuah studi dari Oxford University menyebutkan, aplikasi corona baru akan efektif jika digunakan oleh lebih 60 persen warga.

Pada peluncuran ini, Jens Spahn juga mendesak kepada orang-orang yang ingin berlibur ke Jerman setelah kontrol perbatasan Eropa dilonggarkan. Dia meminta untuk berhati-hati dan bertanya pada diri sendiri apakah perjalanan mereka diperlukan atau tidak.

Jerman mencabut peringatan perjalanan untuk negara-negara Uni Eropa dan Inggris, dan akan menggantinya dengan saran perjalanan khusus untuk masing-masing negara dan wilayah.

“Kami membutuhkan keseimbangan yang tepat,” ucap Jens Spahn.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *