Gubernur BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 2021 Bisa 5 Persen

46 - Gubernur BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 2021 Bisa 5 Persen

Gubernur BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 2021 Bisa 5 Persen

Gubernur BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 2021 Bisa 5 Persen – Ekonomi adalah ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa. Istilah “ekonomi” sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu οἶκος yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan νόμος yang berarti “peraturan, aturan, hukum”.

Secara garis besar, ekonomi diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga”. Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja. Gubernur Bank Indoesia Perry Warjiyo optimistis angka pertumbuhan ekonomi akan positif pada kuartal IV 2020 dan akan terus membaik pada tahun-tahun berikutnya.

“Kami meyakini perbaikan ekonomi Indonesia terus berlanjut. Pertumbuhan ekonomi akan positif pada kuartal IV 2020 dan meningkat jadi 5 persen pada 2021. Kemudian terus naik ke 6 persen pada kurun waktu lima tahun mendatang,” katanya dalam APK IDN Poker Android Terbaru acara virtual.

1. Penyebab Perry optimistis ekonomi akan pulih

Menurutnya, perbaikan ekonomi Indonesia didorong oleh perbaikan konsumsi, ekspor dan investasi. Kemudian inflasi rendah, defisit transaksi berjalan menurun dan sistem perbankan sehat.

lg.php?bannerid=0&campaignid=0&zoneid=6081&loc=https%3A%2F%2Fwww.idntimes.com%2Fbusiness%2Feconomy%2Fauriga agustina 3%2Fgubernur bi sebut pertumbuhan ekonomi 2021 bisa 5 persen%3Fq%3Dgrafik%2520pertumbuhan&referer=https%3A%2F%2Fwww.idntimes - Gubernur BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 2021 Bisa 5 Persen“Stabilisasi kebijakan ekonomi nasional kuat dan erat, BI dan pemerintah, OJK dan berbagai instansi lembaga,” katanya.

2. Bank sentral, pemerintah dan lembaga keuangan akan terus berkordinaai agar ekonomi pulih
bi 9f31dd14532907d85e5b4213703cf70c - Gubernur BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 2021 Bisa 5 Persen

Menurut Perry, bank sentral bersama pemerintah serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus berkoordinasi untuk menjaga ekonomi bergerak positif. Dia menyebut berbagai program pemulihan ekonomi yang di lakukan pemerintah juga turun membantu ekonomi bergerak positif.

“Komitmen kami tinggi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah kondusif bagi pemulihan ekonomi. Suku bunga acuan di turunkan 1 persen jadi 4 persen, dan kami juga melakukan injeksi likuiditas atau quantitative easing dalam jumlah besar, lebih dari Rp670 triliun atau 4 persen dari PDB,” tuturnya.

3. Ekonomi Indonesia kuartal III resesi namun diklaim membaik
sri mulyani puisi 975047a1e3b8008723dcd4f9288e497b - Gubernur BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi 2021 Bisa 5 Persen

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengklaim perekonomian Indonesia sudah membaik, meski pada kuartal III mencatatkan pertumbuhan minus 3,49 persen dan terjun pada jurang resesi. Angka ini lebih baik di banding pertumbuhan ekonomi pada kuartal II yang minus 5,32 persen.

“Hal ini menunjukkan bahwa proses pemulihan ekonomi dan pembalikan arah atau turning point dari aktivitas-aktivitas ekonomi nasional menunjukkan ke arah zona positif,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers daring,

Di sisi anggaran, konsumsi Rumah Tangga sudah membaik dari triwulan sebelumnya minus 5,5 persen menjadi minus 4 persen di banding tahun lalu. Hal ini di dukung belanja perlindungan sosial dari pemerintah yang meningkat drastis.

Kedua, Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB) mengalami peningkatan dari minus 8,6 persen pada triwulan II menjadi minus 6,5 persen, di banding tahun lalu pada triwulan III.

“Peningkatan PMTDB di dukung berbagai indikator investasi, seperti penjualan semen, penjualan kendaraan niaga dan impor barang modal. Yang telah mengalami perbaikan meskipun masih di zona kontraktif. Komponen bangunan masih sedikit melambat walau pun keberlanjutan proyek pembangunan fisik. Yang sempat tertunda sudah mulai kembali berjalan,” kata Sri Mulyani.

Ketiga, tren perbaikan kinerja ekonomi nasional, konsumsi dan investasi yang di harapkan akan terus meningkat. Seperti tercermin dari Purchasing Manager Index (PMI) Manufaktur Indonesia dan data penjualan ritel.

PMI Manufaktur Indonesia pada triwulan III naik ke level 48,3, setelah sempat turun tajam pada triwulan II pada level 31,7. Indeks Penjualan Riil juga pulih dengan tumbuh minus 9,6 persen di banding kinerja pada triwulan II. Yang terkontraksi dalam hingga minus 18,2 persen.

“Berbagai kebijakan baik dari fiskal, moneter, dan sektor keuangan yang berupa relaksasi, insentif. Dan kemudahan di harapkan mampu mendorong proses pemulihan ekonomi dan peningkatan investasi secara lebih cepat,” ujar Sri Mulyani.