Fenomena Alam yang Akan Hiasi Langit di Tahun 2020

cicin - Fenomena Alam yang Akan Hiasi Langit di Tahun 2020

Fenomena – Ingin memulai hobi stargazing atau mengamati bintang di tahun 2020? Atau masih belum puas menikmati Gerhana Matahari Cincin yang berlangsung beberapa hari yang lalu?

Jangan khawatir, karena tahun 2020 akan menawarkan banyak fenomena langit yang tidak kalah keren. Mulai dari gerhana, hujan meteor, hingga supermoon akan menghiasi langit sepanjang tahun 2020.

Berikut rangkaian fenomena alam langit yang akan terjadi di tahun 2020 seperti dirangkum detikINET dari Forbes, Rabu (1/1/2020):

Baca juga : Fenomena Alam yang Membuktikan Bumi adalah Planet Penuh Misteri

1. Gerhana Matahari Cincin
Hanya beberapa bulan setelah Gerhana Matahari Cincin pada Desember 2019, Bumi akan kembali menyambut fenomena langka ini pada 21 Juni 2020 mendatang.

Jalur utama dari gerhana ini akan melewati negara-negara Afrika dan Asia Selatan IDN POKER DEPOSIT 10000 seperti Republik Afrika Tengah, Kongo, Ethiopia, India, Pakistan, Oman dan China. Gerhana matahari sebagian akan terlihat di wilayah yang berjarak ribuan kilometer dari jalur utama.

2. Gerhana Matahri Total
Salah satu fenomena alam paling mengagumkan, gerhana matahari total akan menghiasi langit pada 14 Desember 2020. Feneomena ini terjadi ketika Bumi, Bulan, dan Matahari berada di posisi sejejar dan Bulan berhasil menutupi seluruh bagian Mataharui.

Sayangnya, gerhana Matahari ini hanya akan terlihat di beberapa negara Amerika Selatan yaitu Argentina dan Chile. Beberapa wilayah di negara ini bahkan bisa menikmati momen kegelapan selama 2 menit 9 detik.

3. Empat Gerhana Bulan
Akan ada empat gerhana bulan yang terjadi sepanjang tahun 2020. Gerhana ini terjadi ketika Matahari, Bumi dan Bulan berada dalam posisi hampir sejajar dan Bulan sembunyi di balik bayangan Bumi.

Kapan keempat gerhana bulan tersebut menyambangi Bumi? Ini jadwal dan wilayah yang bisa mengamati:

– Gerhana Bulan Serigala, 10 Januari 2020. Gerhana ini bisa diamati di Asia, Australia, Eropa dan Afrika.

– Gerhana Bulan Stroberi, 5 Juni 2020. Gerhana ini bisa diamati di Asia, Afrika dan Australia.

– Gerhana Bulan Petir, 5 Juli 2020. Gerhana ini bisa dilihat di Amerika Selatan, Amerika Utara dan Afrika.

– Gerhana Bulan Frosty, 29-30 November 2020. Gerhana ini bisa dilihat di Amerika Selatan, Amerika Utara, Asia Timur dan Australia.

4. Tiga Supermoon
Supermoon adalah fenomena bulan purnama yang membuat satelit Bumi tersebut terlihat sangat besar, dekat dan terang. Jika ingin melihat ukuran Bulan membesar dengan dramatis, lihat ke arah timur saat bulan terbit atau ke arah barat saat bulan terbenam.

Ada tiga supermoon yang akan terjadi pada tahun 2020 yaitu Super Worm Moon (9 Maret), Super Pink Moon (8 April) dan Super Flower Moon (7 Mei).

5. Pemandangan Jupiter dan Saturnus
Karena Bumi merupakan planet di sisi dalam, tiap satu hari dalam setahun planet kita berada di antara Matahari dan planet sisi luar lainnya. Fenomena ini dinamakan oposisi.

Pada hari itu, planet sisi luar tersebut akan terlihat sangat cerah dari Bumi dan bisa dilihat menggunakan teleskop. Di tahun 2020, Saturnus dan Jupiter akan berada di oposisi dengan Bumi, pada minggu yang sama.

Oposisi Jupiter akan terjadi pada 14 Juli mendatang. Sedangkan oposisi Saturnus akan terjadi pada 20 Juli, jadi siapkan teleskop kalian ya.

6. Tiga Hujan Meteor
Tahun 2019 bukan tahun yang bagus untuk mengamati hujan meteor. Pasalnya sinar Bulan terlalu terang untuk bisa mengamati fenomena langit lainnya.

Tapi di tahun 2020 sepertinya akan lebih menjanjikan karena Bulan akan menyingkir saat hujan-hujan meteor ini terjadi. Tiga hujan meteor yang paling menjanjikan untuk diamati di tahun 2020 adalah:

– Hujan meteor Lyrid, 21-22 April.

– Hujan meteor Leonid, 16-17 April.

– Hujan meteor Geminid, 13-14 Desember.

7. Great Solstice Apppulse
Ini merupakan fenomena yang sangat langka, karena belum pernah terjadi lagi sejak tahun 2000 dan baru akan muncul lagi pada tahun 2040. Pada 21 Desember 2020, Saturnus dan Jupiter akan berada di posisi yang sangat dekat (hanya terpisah 0.06º) setelah
terbenam.

Astronomer menyebut fenomena ini sebagai ‘appulse’ dan sebenarnya hanya masalah perspektif belaka. Jupiter dan Saturnus mungkin saling berjarak ratusan juta kilometer, tapi dari Bumi, planet-planet raksasa ini terlihat seperti menyatu.

Sumber : inet.detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *