500 Kru Film jadi Pengangguran

500 Kru Film jadi Pengangguran

Akibat Corona 500 Kru Film jadi Pengangguran

Akibat Corona 500 Kru Film jadi Pengangguran – Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Artis Film Indonesia 56 (PB Parfi 56) Marcella Zalianty mengatakan industri perfilman Indonesia menjadi salah satu sektor seni yang paling terdampak pandemi virus corona.

“Katakanlah di bulan pertama, itu 5 produksi (film) setop. Otomatis 500 kru jobless,” kata Marcella dalam konferensi pers bersama BNPB, Sabtu. Hari Film Nasional bagi aktor Reza Rahadian adalah waktu yang tepat untuk merayakan keberagaman sinema Indonesia, sekaligus memberi apresiasi kepada seluruh pekerja film Indonesia.

“Ini adalah momentum yang tepat untuk merayakan IDNPlay Poker 99 Asia keberagaman film Indonesia, karena kita punya banyak genre film dari horor, komedi, drama. Menurut dia, sekitar 500 pekerja film menjadi pengangguran akibat dampak pandemi.

Secara kualitas kita juga bisa lihat apa yang ditawarkan oleh film-film Indonesia dari opening tahun ini aja deh,” kata Reza setelah acara nonton bareng film yang diperankannya, My Stupid Boss 2, di Jakarta, Jumat

“Bioskop tutup, segala produksi yang siap tayang harus berhenti,” ujarnya. Belum lagi rata-rata pekerja seni masih banyak pekerja nonformal, yang hidupnya sepenuhnya ke dunia seni dan film. Sehingga, akibat corona, mereka jadi kehilangan penghasilan.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para pekerja film yang telah bekerja keras menjaga dan meningkatkan kualitas film Indonesia, serta mengeluarkan seluruh kemampuannya demi menghasilkan karya terbaik.

“Para sutradara, para penulis skenario, para kru, para editor, para produser yang tetap setia membuat film-film Indonesia. Buat saya ini perlu mendapat apresiasi tertinggi untuk pembuat film Indonesia,” ujar Reza.

Menurut penerima penghargaan Piala Citra itu

Oleh karena itu, Marcella bersama Parfi 56 dan artis lainnya sempat menginisiasi gerakan donasi untuk para pekerja seni. “Kami inisiatif galang dana, 2 minggu lalu telah didistribusikan ke sekitar 250 pekerja film,” jelasnya.

Marcella mengatakan, akibat corona, proses syuting yang harus mengumpulkan banyak orang jadi tidak bisa dilakukan. Akhirnya, proses produksi film yang siap tayang harus dihentikan.

Menurut penerima penghargaan Piala Citra itu, perfilman Indonesia sedang menggeliat hebat dalam tiga tahun terakhir. Layar-layar bioskop di Indonesia pun diwarnai dengan film-film lokal beragam genre.

“Dari market share-nya aja deh, yang dari tahun sebelumnya sekitar 48 persen, kalau enggak salah di tahun ini diperkirakan akan ada di angka 52 persen. Jadi buat saya, ini semua seperti apa ya bisa dibilang tiga tahun terakhir sebagai momentum kebangkitan film nasional,” lanjut Reza.

Ia berharap jumlah bioskop di Indonesia makin bertambah agar masyarakat punya kesempatan yang sama untuk menyaksikan film-film lokal planetpreset.com

“Karena di daerah-daerah masih banyak yang belum terjangkau bioskop. Ini yang harus dipikirkan baik untuk pemerintah atau kerja sama dengan pihak-pihak terkait. Karena semakin banyak bioskop, semakin banyak layar, maka kesempatan untuk meraih penonton juga semakin tinggi,” pungkasnya.

Di sisi lain, industri perfilman juga terkena dampak dari hulu ke hilir. Pasalnya, sejumlah jaringan bioskop di Indonesia juga masih ditutup demi mendukung upaya pemerintah perihal pembatasan jarak sosial untuk mencegah penyebaran virus corona.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *