Hubungan Kesehatan Mental & Seni yang Bisa Kurangi Depresi

48 735x400 - Hubungan Kesehatan Mental & Seni yang Bisa Kurangi Depresi

Hubungan Kesehatan Mental & Seni yang Bisa Kurangi Depresi

Hubungan Kesehatan Mental & Seni yang Bisa Kurangi Depresi – Kesehatan jiwa atau kesehatan mental adalah tingkatan kesejahteraan psikologis atau ketiadaan gangguan jiwa. Kesehatan jiwa terdiri dari beberapa jenis kondisi yang secara umum dikategorikan dalam ‘kondisi sehat’, ‘gangguan kecemasan’, ‘stres’, dan ‘depresi’. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kesehatan jiwa yang baik adalah kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tenteram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar.

10 Oktober merupakan hari kesehatan mental sedunia. Pada hari itu, orang-orang mencoba memperingati sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dalam kehidupan. Sayangnya, dalam dunia kesehatan masalah mental masih belum dilihat begitu serius ketimbang kondisi fisik seseorang. Padahal kesehatan mental dapat mempengaruhi seseorang untuk merenggut nyawanya.

Dalam situasi pandemik ini, lockdown atau isolasi diri cukup meningkatkan depresi pada seseorang dan itu bisa berujung berbahaya. Cabin wood syndrome menjadi penyebab utamanya. Akan tetapi, sebenarnya selalu ada cara untuk menyalurkan tekanan mental Poker Deposit Pulsa 10000 walau tetap berada di dalam rumah. Salah satunya dengan berkesenian atau menciptakan karya seni. Bagaimana bisa seni berhubungan erat dengan kesehatan mental?

1. Berkesenian telah terbukti secara ilmiah mampu menyalurkan depresi dan beban mental
5bbea3e802f2eimage 2dea9a53618094b9b824df6055918673 - Hubungan Kesehatan Mental & Seni yang Bisa Kurangi Depresi

Umumnya seseorang menyalurkan beban mentalnya dengan cara melakukan curhat kepada kerabat atau kawannya. Namun hal ini susah dilakukan mengingat masa lockdown membuat orang terisolasi, khususnya dalam urusan komunikasi. Astrid mengatakan dan menyetujui fakta jika komunikasi itu bisa diganti dan diarahkan menjadi berkarya seni.

Dalam penjelasannya, Astrid menyebut berkarya seni berarti mengekspresikan emosi dan menuangkan rasa pada diri sendiri yang mana itu dapat membuat seseorang menjadi lebih fokus dan produktif. Secara gamblangnya, karya seni menjadi medium mengeluarkan uneg-uneg dan beban mental yang dirasakan selama ini.

Emosi yang baik menghasilkan mental yang baik pula. Bukankah ada kata-kata bijak ‘kalau kamu bahagia, maka kamu akan sukses’ dan itu memang benar. Hal ini sudah melalui studi jangka panjang dan terbukti secara ilmiah,” jelas psikolog itu.

2. Seni dapat menurunkan kecemasan dan depresi
photo 121 331e1083cccdaee7664b0738ca1a14fa - Hubungan Kesehatan Mental & Seni yang Bisa Kurangi Depresi

Salah satu artikel dari The Guardian pernah memberikan data ilmiah terkait keberhasilan seni dalam mendukung kesehatan mental seseorang. Evaluasi dari proyek bernama Arts on Prescription menunjukkan berkarya seni dapat menurunkan kecemasan seseorang hingga 71 persen dan depresi 73 persen.

Dikatakan pula 76 persen partisipan yang diteliti berkata kesejahteraan mereka meningkat setelah mengikuti kegiatan kesenian tersebut dan 69 persen lainnya malah merasa menjadi lebih sosial. Tidak mengagetkan jika ada banyak terapi kesehatan mental yang menggunakan seni sebagai mediumnya. Mulai dari melukis, bernyanyi, menari dan lain hal.

Sejauh ini saya tidak mengetahui ada kesenian yang tidak bisa menyalurkan beban mental seseorang. Jadi saya rasa semua seni membantu kesehatan mental,” ujar Astrid ketika ditanya adakah seni yang malah membuat seseorang mengalami gangguan mental.

3. Penyaluran kesehatan mental itu ternyata berhubungan dengan kegiatan fisik yang terjadi
broomfielddancingstars jp14951 2 6f0a8f6141b7ea8b231639dba3aede80 - Hubungan Kesehatan Mental & Seni yang Bisa Kurangi Depresi

Koneksi antara seni dan kesehatan mental ternyata lebih kompleks daripada yang kamu kira. Bustle pernah memberikan data dari jurnal kesehatan berjudul “Emotional Response and Changes in Heart Rate Variability Following Art-Making With Three Different Art Materials” bahwa ternyata membuat karya seni menurunkan tingkat detak jantung seseorang.

Perubahan fisik yang terjadi saat membuat atau melakukan seni ini berakhir membantu meregulasi sistem saraf. Sebagai contoh, saat kamu menggambar, kamu memfokuskan tubuhmu kepada pensil yang kamu pegang dan pikiranmu kepada gerakan tangan. Fokus ini mengaktifkan sistem saraf parasimpatetik yang ada dalam tubuhmu dan ini semua membuatmu menjadi lebih tenang.

4. Kasus yang lebih baik, seni bisa membantu seseorang melewati trauma
mark titchner tv room at bluebell lodge 1a700703919e9dddd5cd4c93b35f431c - Hubungan Kesehatan Mental & Seni yang Bisa Kurangi Depresi

Situs South China Morning Post pernah membuat artikel keterkaitan antara seni dan kesehatan mental. Disebutkan ada dampak positif yang bisa didapat dari berkesenian dan itu dinamakan post traumatic growth, kondisi seseorang mampu melalui trauma terdahulunya. Disebutkan ada empat manfaat area dari post traumatic growth tersebut: perkembangan pribadi dan interpersonal, serta orientasi hidup dan spiritual.

Pada umumnya seseorang selalu menyimpan trauma yang dia miliki dan bertumpuknya hal ini bisa jadi pemicu gangguan mental. Lewat seni, trauma yang tersimpan itu bisa tercurahkan, menyebabkan orang tersebut bisa melewati masalah terdahulunya tersebut hingga mengubahnya menjadi pribadi yang lebih baik,” terang Astrid.

5. Namun demikian menjadi seniman lantas tak selalu memiliki kesehatan mental yang baik
d7hftxdivxxvmcloudfrontnet 5b197fac99e56f9d6515a62e88660eff - Hubungan Kesehatan Mental & Seni yang Bisa Kurangi Depresi

Sudah sewajarnya lewat data-data ini kamu pasti berpikiran bahwa semua seniman itu bahagia dan punya kesehatan mental yang baik mengingat mereka bisa menyalurkan pikiran serta beban mentalnya ke karya mereka. Nyatanya tidak demikian.

Astrid menerangkan bahwa ada perbedaan yang begitu terasa dari seseorang yang sekadar berkesenian demi menyalurkan beban mentalnya dengan seniman yang merasa berkewajiban harus terus menerus membuat karya seni “Perbedaannya terletak dari proses kreatifnya.”

Analoginya seperti ini: beban mental tersimpan dalam diri kita seperti sampah yang di simpan dalam suatu bejana. Lama kelamaan sampah itu akan menumpuk jika tidak di keluarkan dan itu membuatnya menjadi tidak sehat. Lewat berkesenian, sampah-sampah itu di keluarkan dengan di jadikan sebagai material utama karya seni tersebut yang mana membuat bejana ini menjadi kosong dan bersih, satu indikasi kesehatan mental kita yang baik-baik saja.

Bagaimana dengan kasus seniman? Proses kreatif yang di laluinya pada mulanya serupa, yaitu menggunakan sampah mental sebagai bahan dasar berkarya seni. Namun dengan profesinya sebagai seniman, mereka di tuntut untuk terus memproduksi seni tersebut.

Pertanyaannya, bagaimana jika beban mental yang di simpan dalam bejana, yang di jadikan sebagai material produksi, habis dan kosong? Mau tidak mau mereka harus mengisinya dan itu bisa di lakukan secara sadar maupun tidak sadar.

Proses pengisian beban mental inilah yang dapat mengakibatkan seniman punya kesehatan jiwa yang jelek. Bisa jadi apa yang mereka isi malah jauh lebih banyak daripada apa yang mereka keluarkan.

Jadi jangan kaget jika ada seniman yang perlu menggunakan narkoba, macam LSD, agar dapat mencipta,” ujar Astrid.

Dalam kasus lain, seniman tersebut tak punya cara lain mengingat mereka memang punya gangguan mental yang tidak bisa di sembuhkan.

Contoh saja pelukis Affandi yang punya skizofrenia,” tukasnya lebih lanjut.

6. Seni sebagai penyalur beban mental dan indikasi gejala gangguan mental sangat susah di bedakan
stale grut f5mwsw11jjo unsplash 604d29322e704b29a167ebfbe5c62ea4 3bbbac3fb41dad8c229e1dfb5c16987b - Hubungan Kesehatan Mental & Seni yang Bisa Kurangi Depresi

Lewat penjelasan ini, kamu bisa mengetahui dan memahami bahwa karya seni bisa menjadi perwujudan akan mental seseorang. Namun bagaimana cara mengetahui jika karya seni itu merupakan indikasi beban mental yang tidak sehat? Astrid mengatakan itu akan sangat sulit di deteksi, khususnya bagi orang awam.

Dalam praktik psikologi, memang ada tes yang di namakan tes proyeksi. Tes ini menyuruh orang untuk menggambar sesuatu dan hasil gambarnya itu bisa mengindikasikan kesehatan mentalnya. Namun untuk melihat pola in, ada studi panjang yang di lakukan. Bagi masyarakat, hal ini tidak mungkin di ketahui mengingat mereka tidak di bekali pengetahuan tersebut,” papar Astrid dalam menjelaskan seni sebagai indikasi kesehatan mental.

Orang awam hanya bisa menikmati dan merasakan karya seni, tetapi hanya sebatas itu saja. Tidak sampai yang bisa membedakan apakah seniman itu punya gangguan jiwa atau tidak,” lanjutnya.

Jika saat ini kamu merasa stres karena berada di rumah saja, cobalah untuk membuat karya. Entah itu menulis, melukis atau membuat lagu.

Hal-hal sederhana macam itu akan membantumu mengatasi permasalahan ini. Pada akhirnya pun kamu pun sebagai orang awam ada baiknya membekali diri dengan literasi seputar kesehatan mental untuk bisa mengenali tanda-tanda gangguan mental dan meningkatkan kesadaran diri sendiri.