4 Warisan Budaya Indonesia Yang Mendunia

Budaya Indonesia Yang Mendunia

4 Warisan Budaya Asli Indonesia Yang Mendunia

Budaya Indonesia Yang Mendunia – Indonesia terkenal sebagai negara yang kaya akan suku dan budaya. Meskipun penuh dengan keragaman budaya. Bangsa Indonesia tetap satu sesuai dengan semboyannya, Bhineka Tunggal Ika.

Setiap suku bangsa memiliki ciri khasnya masing-masing termasuk kesenian yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Bahkan banyak dari mereka yang berasal dari negara lain ingin mencoba membuat karya seni asli Indonesia.

Di zaman modern seperti sekarang ini kesenian budaya semakin berkembang pesat hingga ke mancanegara. Berikut ini empat warisan seni dan budaya Indonesia yang mendunia:

1. Wayang

Wayang merupakan kesenian budaya asli dari Indonesia yang berkembang di Pulau Jawa dan Bali. Kesenian ini sudah dikenal sejak beratus-ratus tahun yang lalu. Dalam perkembangannya, terdapat beberapa jenis wayang, seperti wayang kulit, wayang golek, hingga wayang orang, dengan cerita yang semakin berkembang pula. Pada tanggal 7 November 2003, UNESCO juga sudah mengakui wayang sebagai salah satu seni bertutur budaya Indonesia dalam daftar “Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity”.

Hingga saat ini, pertunjukan wayang masih bisa kita saksikan di acara pernikahan, HUT RI atau hari-hari spesial lainnya. Bahkan, beberapa program di stasiun televisi juga sering menayangkan pertunjukan wayang orang, yang diselingi humor sehingga lebih menarik dan tidak terkesan kuno. Pagelaran wayang yang dimainkan oleh Dalang sekaligus narator dari tokoh-tokohnya, mengandung banyak pesan moral. Pementasan wayang juga diiringi gamelan yang dimainkan oleh sekelompok nayaga yang sudah profesional dalam bidang masing-masing. (Link artikel wayang citra alam)

2. Angklung

Angklung adalah alat musik tradisional multitonal (bernada ganda) yang sampai saat ini masih berkembang dalam masyarakat. Alat musik tradisional yang berasal dari masyarakat Sunda, Jawa Barat ini terbuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan susunan nada 2,3,sampai 4 nada dalam setiap ukuran kecil.

Angklung Indonesia ini telah mendapat pengakuan resmi dari UNESCO sebagai bagian dari warisan budaya tak benda atau intangible cultural heritage. Penyerahan resmi sertifikat dilaksanakan di Jakarta pada 19 Januari 2011 oleh mantan Duta Besar RI untuk UNESCO Tresna Dermawan Kunaefi kepada Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh. Kesenian angklung sudah digemari di berbagai negara seperti Korea, Jepang dan Malaysia. Saat ini pelatihan alat musik tradisional angklung juga banyak diselenggarakan oleh wisata-wisata yang mengusung tema edukasi.

3. Batik

Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Batik merupakan salah satu dari warisan budaya yang masih berkembang sampai saat ini. Kesenian batik telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) oleh UNESCO pada tanggal 02 Oktober 2009. Sejak saat itu, setiap tanggal 02 Oktober, Indonesia selalu memperingati Hari Batik Nasional.

Batik pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh mantan Presiden RI, Bapak Soeharto, yang ketika itu memakai batik pada Konferensi PBB. Batik sendiri sebenarnya tidak hanya identik sebagai kain atau pakaian yang dibuat dengan teknik tradisional, tetapi juga memiliki makna yang penting kehidupan. Hingga saat ini, batik terus mengalami perkembangan, baik dari segi motifnya maupun proses pembuatannya.

4. Reog Ponorogo

Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Ponogoro, Jawa Timur. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok Warok dan Gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat Reog dipertunjukkan. Reog adalah salah satu bukti budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal mistik dan ilmu kebatinan yang kuat. Seiring berkembangnya zaman tari reog mengalami perubahan menjadi seni reog modern yang biasanya dipentaskan dalam beberapa acara seperti pernikahan, khitanan, HUT RI, dan hari-hari besar Nasional.